Selasa, 05 Mei 2009

POTRET PROSTITUSI SUBANG


Kehidupan malam termasuk seks bebas tak hanya di kota besar, namun juga terjadi secara agresif di daerah. Bahkan, hampir setiap malam, lokasi-lokasi tertentu yang menjadi titik wisata lendir selalu padat oleh pengunjung.

Subang adalah salah satu kota yang rentan terhadap cap ‘pelacuran’. Bukan rahasia jika dunia prostitusi begitu lengket di beberapa daerah Subang. Harumnya pun sudah menyebar ke kota-kota lain.

Menelusuri kawasan prostitusi terselubung di Subang bakal membuat mata terbelalak takjub. Betapa tidak, 22 kecamatan yang ada di kota nanas ini terindikasi memilikinya. Beberapa di antaranya di kecamatan Pagaden, Cipunegara, Cimacan dan Compreng. Luar biasanya, di Pagaden dan Cipunegara, lokasi prostitusi terselubung ini justru adalah rumah-rumah penduduk.

Seperti pedesaaan pada umumnya, kawasan prostitusi tak bakal tercium. Namun, dari para tukang ojek yang mangkal, barulah terungkap bahwa rumah-rumah penduduk itulah arena prostitusinya. Biasanya, pengojek mengantarkan para pendatang yang membutuhkan jasa wanita penghibur, langsung kerumah yang bersangkutan.

Wangi aroma ‘pelacuran’ rumahan di Subang ternyata sudah disadari oleh warganya sendiri. Namun, praktek kotor itu seolah sudah menjadi budaya dan kebiasaan. Gilanya lagi, aksi penjualan anak perempuan dibawah 20 tahun pun kerap terjadi dengan sepengetahuan keluarga, termasuk orang tua.

Mengencani para wanita pun tak terlalu sulit. Pasalnya, warga umumnya tahu mana pendatang yang membutuhkan kesenangan sesaat itu. Di desa Saradan, Pagaden, Subang, terdapat beberapa rumah warga yang berfungsi ganda sebagai tempat prostitusi terselubung. Wanita penghibur yang disediakan, tak lain adalah tetangga, saudara atau bahkan anak mereka sendiri.

Pada umumnya, perempuan muda didesa ini enggan untuk dibawa berkencan diluar rumah. Mereka beralasan, khawatir terkena razia dan merasa tidak nyaman dengan tempat-tempat asing. Tidak seperti PSK pada umumnya, perempuan muda yang menjajakan diri didesa ini tidak terlalu mematok waktu ketika diajak berkencan. Mereka juga tidak keberatan ditanyai mengenai kehidupan pribadinya.

Warga tampaknya tidak ambil pusing dengan praktek prostitusi yang berlangsung diwilayah tempat tinggalnya. Bahkan, kesan yang tertangkap justru mereka bangga didatangi oleh pendatang yang berasal dari kota, khususnya kota Jakarta. Kendati harus membayar minuman yang disuguhkan, para pendatang mendapat perlakuan yang sangat ramah, layaknya tamu istimewa.

Penindakan praktek prostitusi yang berpraktek dirumah, sampai saat ini belum maksimal. Aparat setempat baru menindak sebatas teguran belaka. Pasalnya, aksi yang sepertinya sudah mengakar tersebut, sulit benar-benar diberantas tanpa peran serta warga desa itu sendiri.

Sejauh ini, praktek prostitusi yang berlangsung di daerah ini tampak berlangsung lancar. Belum ada tindakan tegas, berupa larangan atau razia seperti yang terjadi di hotel-hotel atau tempat prostitusi terselubung lain.

Kebanyakan, warga yang mempraktekan aksi prostitusi terselubung, sebetulnya tidak benar-benar terdesak oleh faktor ekonomi. Mereka rata-rata saling beradu gengsi dengan para tetangga yang sama-sama punya usaha terlarang itu. Gengsi seolah terangkat ketika kedatangan tamu yang memesan perempuan muda dari mereka.

Warga sendiri tidak tahu pasti sejak kapan praktek prostitusi terselubung di kawasan ini berlangsung. Menurut warga setempat, I’in, kampung ini marak menjadi tempat prostitusi terselubung sejak tahun 1970-an dan berlangsung hingga sekarang.

Pendatang yang biasa memesan pekerja seks di kampung ini pun mengaku merasa aman ketika melaksanakan aksi bejatnya itu. Tidak terbersit kekhawatiran akan adanya razia yang dilakukan aparat keamanan.

Ajang prostitusi terselubung rupanya sudah sangat mengkhawatirkan. Jika dilakukan di tengah-tengah pemukiman warga seperti didesa Saradan, Kecamatan Pagaden Subang, Jawa Barat ini, tentu sulit untuk diberantas. Pasalnya, sulit untuk membedakan mana mempraktekan kegiatan ilegal dan mana yang tidak. Dalam kasus seperti ini, selain adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum, peran serta dan kesadaran masyarakat sendiri, tentu sangat diharapkan. Sehingga, aksi ilegal itu tidak terus berlanjut. (*)

 

 

15 komentar:

  1. yg bener aja neh..datany valid kaga tuh? dah liat sndri yah? pa cuma kata angin yg berhembus doang? anda orang mana?

    BalasHapus
  2. Gue aseli orang Subang, datanya Valid...lo mau nyoba...sini gue anterin biar lo percaya. Gue tambahkan kan lagi bukan hanya desa saradan ada juga daerah Peundeuy. Lo...orang di luar pasti kaget2. Buat Prakoso ...Lam kenal aja bentar lagi gue mampir di Saung Panorama....pinjem room karokenya deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau donk infonya gan,,,secara ane pendatang di subang mohon petunjuk nya

      Hapus
  3. mau dong info detilnya, kalo mau ke saradan atau peundeuy ke arah mana? gimana caranya? deket dari subang?

    BalasHapus
  4. wkwkwkwkwk........... kagak usah berdebat Brow. 10000000000000000000% ane yakin cz liputanny barrusan ada di salah atu tipi swasta nasional ANT*, brow Udin minta no Hp dunk, sapa tau ane bisa traktir lendir :D

    BalasHapus
  5. ASSEEEEEEEEEEKKKKK NECH......... CROT DIRESTUI ORANG TUA, WOOOOOOWW KEREEEEEEEEEEEEEEEEN MAS BROWWW, CROT GOSOK BILAS CROT GOSOK BILAS........ SLUUUUUUUUPPRRRRRUUUUTTTT BYOOOOORR AMPE MUKA'

    BalasHapus
  6. konten ngambil dari blog ini ya bung : dinatropika.wordpress.com/subang/

    BalasHapus
  7. gw pnya temen d compreng (salah satu t4) yg lo sebutin tadi, kata tmn gw ga da t4 gtuan.ntah dia g tau, atau dia nutup2in. klo menurut lo ada, coba gw mnta lokasi lebih detailna dmn?
    slhkan bls coment d sni atau email k gadis.molex@yahoo.co.id

    BalasHapus
  8. kebanyakan orang jablay kota kota besar mengaku orag indramayu padahal nyatanya kebayakan orang subang yg ngaku ngaku orang indramayu

    BalasHapus
  9. Da yg tau k daerah pagaden ato saradan..email gwe..gde_g@ymail.com

    BalasHapus
  10. Mas minta nomor HPnya, aku butuh nih pengen banget kesitu tapi gatau tempatnya, aku pendatang baru nomor HPku 081936963721

    BalasHapus
  11. okelah kalo beg beg bebegig

    BalasHapus
  12. siapa yang mau murah ko......

    BalasHapus
  13. datanya gak valid....cuma copas dari blog laen.

    BalasHapus
  14. betul, gak valid, berita sampah tuh... kalo mau lebih valid datanya ada di sini: http://adenzaky.blogspot.com/2010/03/penelusuran-psk-indramayu.html

    BalasHapus